WRITE READ SHARE FUN AND FRIENDLY

NimbuzzKancut_Black  NimbuzzBocari  NimbuzzBlackgun.Frendly  NimbuzzRancid_radio  NimbuzzSangkuriang  NimbuzzV_yant  NimbuzzBlack_Kawer  NimbuzzThe$Grim

WELCOME IN WORD FORUM THE BEST FRIENDLY

    BANDUNG IS YOUR HELL

    Share

    fajar_vikerz
    MODERATOR
    MODERATOR

    Jumlah posting : 108
    Join date : 2010-08-25
    Age : 26
    Lokasi : pandeglang

    BANDUNG IS YOUR HELL

    Post by fajar_vikerz on Fri 15 Apr 2011 - 11:40

    Sebuah
    fenomena yang terjadi dalam sepak bola
    Indonesia, sebuah keprihatinan dari merosotnya
    kecintaan terhadap budayanya sendiri.
    Itulah sebait tulisan pada sebuah Kaos Persib,
    tulisan yang bisa membuat siapapun “bergetar”
    saat dia memasuki Stadion Siliwangi, disambut
    dengan riuhnya Publik Bandung saat menyanyikan
    “ Halo – Halo Bandung” dengan penuh penghayatan
    akan cintanya kepada kota Bandung yang
    diaplikasikan kecintaanya terhadap Maung
    Bandung. Disaat team kita melakukan pemanasan
    dan tim lawan pun melakukan hal yang sama, satu
    stadion bernyanyi dengan semangat lagu – lagu
    penyemangat “Aing Pendukung Persib” , “Maung
    Lautan Api” hal yang sederhana tapi bisa
    memberikan efek magis terhadap permainan
    Maung Bandung dilapangan lebih Spartan, ngotot
    dan jauh lebih semangat bila bermain didepan
    publik Bandung, maka tak heran munculah
    sebutan “Persib sang Penakluk” sebuah ungkapan
    yang mengatakan bahwa secara tidak langsung
    lawan bertekuk lutut kepada Maung Bandung.
    Persib dahulu bukanlah Persib seperti yang
    sekarang, Persib dahulu klub medioker dengan
    sejarah emas yang hanya bermodal APBD dengan
    pemain “seadanya”, tetapi pada saat pemain
    “seadanya” tersebut memasuki lapangan, diiringi
    dengan bentangan syal menyanyikan “Bagimu
    Negeri” diubah menjadi “Bagimu Persib” pemain –
    pemain tersebut seperti mempunyai extra tenaga,
    semangat yang berlipat, dan hal yang berbeda
    kepada pihak lawan mereka seakan terhipnotis
    akan keangkeran Stadion Siliwangi, nyali mereka
    dibuat ciut oleh pemain ke-12 Persib Bandung
    bukan dengan Intimidasi atau lemparan dari tribun
    penonton, tapi kita memperlihatkan bentuk
    dukungan yang nyata dan tulus pada saat itu,
    mereka dijatuhkan bukan dengan kekuatan
    emosional satu stadion tapi mereka dijatuhkan
    dengan mengalirnya terus dukungan yang tiada
    hentinya kepada para punggawa Maung Bandung
    di lapangan.
    Coba bandingkan dengan sikap para BOBOTOH
    belakangan ini, di kompetisi yang dibilang
    Profesional oleh petinggi – petinggi PSSI disana,
    banyak kemorosotan di sebagian pendukung
    Persib terutama kemorosotan “MORAL” sangat
    terlalu jauh jika mereka bisa menghargai atau
    mengormati karya – karya musisi Pasundan yang
    dengan tulus menciptakan lagu khusus
    penyemangat untuk Persib Bandung, sangat terlalu
    jauh juga bagi para sebagian pendukung Persib
    untuk hafal bait dari “Jung Maju Maung Bandung”
    karya ALM.Kang Ibing. Mereka lebih hafal lagu –
    lagu yang dalam kalimatnya terdapat kata “Anjing”,
    “Uwaa Ewee” atau “Goblog” mereka mempunyai
    alasan untuk sangat hafal lagu itu, mereka
    menyebutnya “lebih hooligans” mungkin mereka
    lebih suka disebut “hooligans” mungkin terdengar
    lebih egaliter daripada Bobotoh anu nyunda, kita
    boleh saja menganut sikap dari para Hooligans
    tetapi ambilah sifat semangat para hooligans
    tersebut, kelakuaannya kita buang karena kita
    urang jawa barat berbeda dengan orang
    Inggris.Dan setiap pertandingan Persib pasti sangat
    dinanti nanti oleh sebagian besar warga Jawa Barat,
    jalanan di sebagian kota bisa sangat sepi jika
    bertepataan dengan jadwal Persib live di Stasion
    Televisi, tua – muda, wanita anak – anak semua
    membaur untuk mendukung Pangeran Biru, tetapi
    ada kekawatiraan yang amat besar dari para Ibu
    yang mempunyai anak yang merupakan
    pendukung Persib, sebuah Bom waktu yang bisa
    merusak generasi – generasi pendukung persib
    selanjutnya, seperti pepatah ‘buah tidak akan jatuh
    jauh dari pohonya’ atau ‘seorang anak tidak akan
    jauh dari yang ayahnya ajarkan’. Sebuah
    kekawatiran yang cukup miris dan sangat wajar
    jika satu stadion dikomando untuk bernyanyi
    dengan kata – kata kasar atau jorok walaupun itu
    ditujukan kepada musuh abadi kita, tetapi
    pendukung Persib bukan hanya orang dewasa
    atau lelaki saja, pendukung Persib terdiri dari
    banyak golongan lelaki dan wanita semua sama
    dalam hal mendukung Persib. Dan anak – anak
    kita-lah yang sebenarnya telah menjadi korban.
    Anak – anak sekolah dasar disaat senggang malah
    saling berumpat menirukan apa yang kemarin
    nyanyian di stadion ajarkan, nyanyian orang
    dewasa dinyanyikan oleh anak umur 8-9 tahunan,
    kata anjing/goblog jadi buah tangan, sifat
    kebencian terhadap sesuatu telah terlihat pada
    generasi – generasi penerus pendukung Persib
    selanjutnya, apakah kita orang yang lebih dewasa
    meng-ikhlaskan jika salah satu keluarga kita atau
    anak kita dalam masa pertumbuhan-nya ter-
    doktrin dengan disengaja menjadi seorang yang
    mempunyai jiwa emosional, jiwa rusuh, jiwa
    kasar atau dicocoki faham – faham yang mereka
    belum mengerti sama sekali. Kita sebagai orang
    yang lebih dewasa dari mereka sudah sepantasnya
    memberikan contoh positif kepada mereka berilah
    contoh mendukung Persib “Make Manah” atau
    Bobotoh teh kudu 3N Nyundaa,Nyakola,Nyantri
    dengan totalitas dan loyalitas yang kita banggakan
    selama ini. Rangkulah mereka karena 20 tahun lagi
    mereka lah yang menggantikan kita berdiri di setiap
    stadion berteriak, bernyanyi mendukung Persib,
    tanamilah jiwa mereka dengan jiwa gagah berani
    jiwa yang sportif jiwa para juara….sayangilah
    anak-anak kita dengan tidak menyanyikan lagu
    rasis dan kasar di stadion ….. Our culture is not for
    sale..
    Rendra Insan
    http://simamaung.com/bandung-is-your-hell/

      Current date/time is Sun 11 Dec 2016 - 3:26